Bumbu Ngohiong

Tersedia dalam ukuran :

  • 500 Gram
  • 1 Kilogram

Komposisi Lima Rempah Utama

Meskipun rasionya bisa berbeda-beda, racikan klasik bubuk ngohiong selalu mengandalkan lima rempah berikut:

  1. Bunga Lawang (Pekak / Star Anise): Memberikan aroma manis khas adas yang kuat.

  2. Cengkih (Cloves): Memberikan rasa hangat, pedas gigit yang pekat, dan aroma yang sangat tajam.

  3. Kayu Manis (Chinese Cinnamon / Cassia): Memberikan rasa manis kayu yang hangat dan lembut.

  4. Adas Manis (Fennel Seeds): Menambahkan dimensi rasa segar dan manis yang mirip dengan bunga lawang.

  5. Lada Sichuan (Sichuan Peppercorn): Memberikan sensasi pedas yang unik, agak getir, dan sedikit membuat lidah kelu/kebas (kadang diganti dengan lada hitam atau lada putih di beberapa wilayah).

Kegunaan dalam Masakan

Bubuk ngohiong adalah kunci utama untuk memberikan aroma “oriental” yang otentik pada masakan. Karena aromanya yang sangat kuat, bumbu ini biasanya digunakan dalam jumlah sedikit saja (sekitar $\frac{1}{2}$ hingga 1 sendok teh).

  • Hidangan Panggang & Goreng: Menjadi bumbu marinasi wajib untuk ayam panggang ngohiong, bebek panggang, bagian kulit samcan babi (agar renyah dan wangi), atau dicampur ke dalam tepung pelapis ayam goreng.

  • Masakan Daging Semur (Braised Dishes): Digunakan dalam teknik memasak lu wei atau semur ala Tionghoa, seperti daging sapi atau tahu yang dimasak perlahan dengan kecap manis dan kecap asin.

  • Isian Camilan: Sering dicampurkan ke dalam adonan daging untuk isian siomay, hekeng (kekian), martabak telur, atau ngohiong gulung (daging bungkus kulit tahu).

Wishlist CompareAdd to wishlist
Category:

Description

Bubuk Ngohiong (dikenal secara internasional sebagai Five-Spice Powder) adalah campuran bumbu dapur tradisional khas Tionghoa yang menggabungkan lima jenis rempah-rempah. Sesuai namanya (ngohiong berarti “lima wewangian” dalam dialek Hokkien), bumbu ini diracik untuk menciptakan keseimbangan sempurna dari lima rasa dasar: manis, asam, pahit, pedas, dan asin.

Bumbu ini mencerminkan filosofi Tionghoa tentang keseimbangan energi (Yin dan Yang) dalam makanan.